Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah menetapkan target ambisius untuk menuntaskan permasalahan sampah di seluruh Indonesia dalam kurun waktu satu hingga dua tahun ke depan, dengan harapan tuntas sepenuhnya pada akhir 2027. Pernyataan tegas ini disampaikan dalam beberapa kesempatan kunjungan kerja di Jawa Tengah baru-baru ini, menegaskan bahwa kebersihan lingkungan adalah prasyarat mutlak untuk memajukan sektor pariwisata dan meningkatkan martabat bangsa.
Visi Presiden Prabowo menekankan bahwa gunung-gunung sampah yang saat ini masih terlihat di berbagai daerah harus lenyap. Inisiatif ini bukan sekadar upaya estetika, melainkan sebuah langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di mata dunia. Lingkungan yang bersih, sungai yang jernih, dan alam yang terjaga, menurutnya, akan menarik lebih banyak wisatawan yang pada gilirannya akan menggerakkan roda perekonomian lokal dan nasional. Setiap wisatawan, ia menggambarkan, berpotensi menghidupkan mata rantai ekonomi bagi puluhan masyarakat.
Untuk mencapai target drastis ini, pemerintah berencana mengumpulkan seluruh gubernur dan bupati di Indonesia dalam sebuah rapat khusus guna membahas Program ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Ini menandai komitmen serius pemerintah untuk mengintegrasikan kebijakan pengelolaan sampah dari tingkat pusat hingga daerah. Selain dampak ekonomi dan pariwisata, perhatian terhadap sampah juga merupakan respons terhadap isu perubahan iklim dan pemanasan global, di mana inisiatif menjaga kebersihan dan menanam ratusan juta pohon baru menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda lingkungan nasional.
