Ferran Torres tampil sebagai pahlawan krusial, mengukir namanya dalam sejarah saat gol tunggalnya di babak tambahan waktu mengantarkan Timnas Spanyol merengkuh gelar juara Piala Dunia 2026. Dalam laga final yang mendebarkan melawan juara bertahan Argentina di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) dini hari WIB, gol Torres di menit ke-106 memastikan La Furia Roja meraih trofi kedua mereka di ajang paling bergengsi sepak bola.
Pertandingan puncak ini berjalan dengan tensi tinggi dan sarat adu fisik sejak peluit awal dibunyikan. Spanyol, dengan gaya permainan dominan mereka, secara konsisten menekan pertahanan Albiceleste, memaksa Lionel Messi dan kawan-kawan lebih banyak bertahan. Sejumlah peluang emas tercipta bagi Spanyol, termasuk sepakan Lamine Yamal dan Mikel Oyarzabal yang secara heroik dimentahkan oleh kiper Argentina, Emiliano Martinez, yang tampil gemilang sepanjang 90 menit waktu normal.
Namun, Argentina juga menghadapi rintangan berat. Mereka harus kehilangan bek andalan Lisandro Martinez karena cedera paha kanan di menit ke-43, yang kemudian digantikan oleh Nicolas Otamendi. Puncak drama terjadi di awal babak tambahan, ketika gelandang kunci Argentina, Enzo Fernandez, diusir keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua di menit ke-94, menyusul pelanggaran keras terhadap Pau Cubarsi. Bermain dengan sepuluh pemain, tekanan bagi Argentina semakin berat.
Momen yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba di menit ke-106. Berawal dari umpan silang yang diarahkan ke tiang jauh, Nico Williams berhasil menyundul bola ke depan gawang, yang langsung disambar oleh Ferran Torres dengan tendangan kaki kiri akurat ke pojok atas gawang Emiliano Martinez. Gol tersebut menjadi pemecah kebuntuan setelah Spanyol sempat memiliki gol yang dianulir di menit ke-96 karena pelanggaran. Kemenangan ini bukan hanya sekadar trofi, melainkan penegasan dominasi taktik dan ketahanan mental Spanyol yang mampu mengatasi perlawanan sengit dari juara bertahan, menandai era baru bagi sepak bola Spanyol di kancah global.
